Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Serang

Unit Usaha Sektor Primer Sekunder

Beranda / Organisasi / Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Serang / Unit Usaha Sektor Primer Sekunder

Standart Data

No Indikator
1802
Indikator
Investasi - Penanaman Modal Asing (PMA)
Konsep
Unit Usaha Sektor Primer Sekunder
Definisi
Sektor sekunder adalah salah satu sektor ekonomi bersama dengan sektor primer dan sektor tersier. Kegiatan ekonomi dalam sektor sekunder ialah mengolah hasil sektor primer menjadi barang jadi. Bidang pekerjaan yang umum pada sektor sekunder ialah manufaktur dan konstruksi. Industri pada sektor ini dapat dibagi menjadi industri ringan dan industri berat. Dalam proses produksinya, industri pada sektor sekunder umumnya memerlukan konsumsi energi dalam jumlah besar, memerlukan pabrik dan mesin, serta menghasilkan limbah.
Satuan
Proyek
Ukuran
Jumlah
Terakhir Update
23 Februari 2026 15:42
No Kode SSD Klasifikasi Satuan Tahun
2022 2023 2024 2025 2026
Total

8516

Tahun Terakhir

2025

Persentase Perubahan

▲ 70.5%

Rata-rata

6612.7

📊 Grafik Batang
📈 Grafik Garis
📄 Analisis Data


Dalam beberapa tahun terakhir, data menunjukkan bahwa indikator ini cenderung mengalami peningkatan.
Jika dibandingkan antara awal dan akhir periode, terjadi perubahan sekitar 34.6 persen.

Secara umum, nilainya tidak selalu bergerak secara konsisten, melainkan mengalami naik turun dari tahun ke tahun. Nilai tertinggi tercatat pada tahun 2025 dengan angka 8516.00, sementara titik terendah terjadi pada tahun 2024 dengan nilai 4995.00. Rata-rata selama periode ini berada di sekitar 6612.67.
Ada beberapa hal yang cukup mencolok dalam pergerakan data ini, khususnya lonjakan signifikan pada 2025 sebesar 70.5%. Hal ini bisa menjadi indikasi adanya faktor tertentu yang memengaruhi perubahan secara drastis pada periode tersebut.
Jika tren ini berlanjut, nilai pada tahun 2026 diperkirakan berada di kisaran 8802.

Secara keseluruhan, pola yang terbentuk memberikan gambaran bahwa indikator ini perlu terus dipantau. Jika tren positif dapat dijaga, maka ke depan ada potensi peningkatan yang lebih baik. Namun demikian, fluktuasi yang terjadi juga perlu menjadi perhatian agar tidak menimbulkan penurunan yang signifikan di masa mendatang.